http://www.penganten.com/slide.swf


 
   

Busana pengantin Yogyakarta

   
 


 

 

Home

Produk dan Layanan

Pernikahan Adat Jawa Yogyakarta

Tentang Holy Wedding Services

Busana pengantin Yogyakarta

Dekorasi Pelaminan

Contoh Busana Pengantin Yogyakarta 1

Contoh Busana Pengantin Yogyakarta 2

Contoh Dekorasi Ruang Pesta

Pernikahan Adat Jawa Surakarta (Solo)

Upacara Ijab Solo

Busana Pengantin Gaya Surakarta ( Solo )

Busana Pengantin Muslim

Pengantin Barat

Pengunjung Kami

Cuaca

Hidden pages

Foto gallery

Daftar harga

Buku Tamu

Contact



 


     
 



Tata Rias Pengantin Gaya Yogyakarta 

Busana Pengantin Gaya Yogyakarta, Perias : Emy.R. HOLY WEDDING SERVICES,  Yogyakarta 

Tata Rias Pengantin Gaya Yogyakarta ada   beberapa macam corak atau tepatnya ada lima corak. Kelima corak tersebut dibedakan oleh fungsi, bentuk busana dan tata riasnya yang masing-masing memiliki ciri sendiri. Corak tersebut meliputi Corak Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, Corak Yogya Putri, Kesatrian Ageng, dan Corak Kesatrian.     Munculnya bermacam-macam corak tata rias pengantin gaya Yogyakarta bermula dari lingkungan kehidupan para Priagung - berasal dari kata Priyayi yang berarti orang yang berasal dari kerabat keraton atau lapisan masyarakat yang kedudukannya di-anggap terhormat. Fungsi tiap corak ini memang berbeda, namun dewasa ini fungsi tersebut seringkali   tidak dilaksanakan sebagaimana aslinya. Untuk me-lihat perbedaan tersebut secara lebih jelas akan di-uraikan satu persatu secara singkat.

1. Corak Paes Ageng atau Kebesaran.

Dipakai pada saat upacara Panggih Pengantin yang dikaitkan dengan acara andrau)ina atau pesta resepsi. Busana yang dikenakan adalah dodot atau kampuh lengkap dengan perhiasan khusus.

2. Corak Paes Ageng Jangan Menir.

Dipergunakan untuk upacara boyongan Pe­ngantin putri ke kediaman pengantin pria yang dilaksanakan sehari semalam setelah akad nikah. Busana yang dikenakan adalah baju blenggen atau bordiran, jadi tidak memakai kampuh/dodot.

3.Corak Yogya Putri  Dipakai pada saat ngundhuh mantu yang di­laksanakan saat sepasaran (lima hari sesudah akad nikah) atau lazim disebut ngunduh se­pasaran busana yang dikenakan adalah baju panjang bordiran, kain pradan dan selop bordiran.

4. Corak Kesatrian Ageng.

Corak ini juga dapat digunakan untuk ngun'dhuh sepasaran. Busana yang dikenakan adalah baju panjang yang terbuat dan kain sutera berbunga atau polos, dan selop atau alas kaki polos berwarna hitam

5. Corak Kesatrian.
Corak kesatrian dipergunakan sebagai busana pengantin yang sangat sederhana terdiri dari kebaya panjang dan selop polos. Dari Uraian singkat tersebut tampak bahwa corak paes Yogya Putri, corak Kesatrian Ageng dan corak Kesatrian memiliki tata rias wajah dan sanggul yang sama. Ketiganya hanya dibedakan terutama pada tata busananya. Sementara tata rias wajah dan sanggul Paes Ageng dan Paes Ageng Jangan Menir juga sama, sedang perbedaan keduanya juga terutama pada tata busananya.
Bertolak dari kesamaan dan perbedaan tersebut maka    dapat dikelompokkan:
1. Corak Yogya Putri
2. Corak Paes Ageng

 
 

Hari ini, pengunjung kami 150596 visitors (332519 hits) pada halaman ini!

 

 
holy wedding services